Kabar gembira awal tahun 2016 ini datang dari Jagad Alit Waldorf di Kota Bandung yang akan membuka pendaftaran peserta didik. Jagad Alit Waldorf adalah pelopor pendidikan waldorf di Indonesia. Filosofi pendidikan waldorf memang terbilang langka di Indonesia dan kehadiran Jagad Alit Waldorf menjadi semacam oase untuk alternatif metode pendidikan yang menyenangkan, holistik, dan utuh.

Mengusung metode pendidikan waldorf merupakan ciri khasnya Jagad Alit. Dengan penggunaan material belajar yang ramah lingkungan, berbahan dasar alami, mulai dari alat berkarya sampai bahan berkaryanya. Pendidikan waldorf adalah metode yang kembangkan oleh Rudolf Steiner di Jerman tetapi kini sudah sudah menyebar hampir ke setiap negara di dunia.

Sekolah waldorf di wilayah Asia terdekat dari Indonesia adalah Australia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kehadirannya di Indonesia mulai muncul di Yogyakarta dengan nama Kulila Waldorf kemudian di Jakarta yaitu Bunga Waldorf Kindergarten, dan kini di Bandung. Sekolah Waldorf sangat menarik dalam proses mengantarkan pengalaman belajarnya.

Di sekolah waldorf, anak-anak diajak untuk mengalami banyak proses berkarya dengan berbagai jenis media. Anak-anak seolah dikuatkan otot-otot imajinasi agar kelak mereka mampu kreatif saat menjalani kehidupan.

Sekolah kehidupan, demikian kata yang tepat untuk menggambarkan sekolah waldof ini. Kehidupan guru-gurunya sangat inspiratif. Dahulu, guru-guru yang mengajar di Sekolah Waldorf adalah tukang kayu, tukang kebun, dan lain-lain yang mengajarkan keahliannya pada anak-anak secara langsung lewat proses berkebun, berkarya dengan kayu, dan masih banyak lagi kegiatan yang menginspirasi anak-anak.

Storytelling adalah kekuatan mendidik di Sekolah Waldorf selain kegiatan-kegiatan lainnya. Storytelling seolah menjadi bagian yang utuh dalam pendidikan anak karena dalam kegiatan tersebut banyak sekali pembelajaran positif yang bisa anak dapatkan.

Pemahaman tentang thinking, feeling, dan willing adalah tiga hal mendasar yang harus dikenal oleh guru sekolah waldorf disamping pemahaman filosofis lainnya yang berhubungan dengan perkembangan anak. Mendidik anak adalah mendidik manusia. Mendidik memanusiakan manusia lewat proses ritme keseharian yang dijalankan secara berkala sampai anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai jenjang usianya.
Jagad Alit Waldorf (inimagz.com

Di sekolah waldorf, demikian juga di Jagad Alit Waldorf, studygroup menjadi hal yang sangat dinantikan. Dalam diskusi studygroup seringkali muncul hal-hal baru seputar pendidikan anak yang tepat. Jagad Alit Waldorf sering mengadakan kegiatan rutin studygroup setiap akhir pekan yang diikuti oleh orangtua dan guru.

Nah, semoga saja kehadiran Sekolah Waldorf di Indonesia mampu memberikan alternatif pendidikan anak yang menarik dan menyenangkan.

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments