Mengingat Kembali Butir-Butir Pancasila


Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pancasila sebagai dasar Negera Republik Indonesia ini diakui mampu mengakomodir semua golongan yang ada di Indonesia.


Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke terdiri dari berbagai suku bangsa. Perbedaan suku bangsa ini harus mampu disatukan dalam semangat persatuan dan kesatuan. 


Pancasila tidak hanya untuk satu golongan, suku bangsa, dan agama saja. Pancasila ada perwujudan dari semangat kebangsaan yang multikultur. Lewat Pancasila, bangsa Indonesia bersatu untuk membangun Indonesia.

(Saya Indonesia Saya Pancasila)

Gangguan terhadap Pancasila itu semakin besar dan terbukti dalam sejarah pernah mengalami goncangan besar. Gangguan untuk mengubah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia ini senyatanya membikin sebuah pengalaman traumatis akan hadirnya kelompok-kelompok ekstrimis yang berjuang atas nama kepentingan kelompoknya. Teror yang dilepaskan dalam membangun kepanikan disebarkan ke semua lini.


Lewat media sosial, lewat informasi-informasi yang disebar ke masyarakat tentang kebaikan dan keburukan sesuatu yang membikin masyarakat menjadi bingung lawan dan kawan. Inilah yang diinginkan oleh pembuat teror. 


Pancasila Sakti


Kita mengingat Pancasila Sakti saat berhasil tetap tegak berdiri setelah gangguan pihak luar yang hendak mengganti ideologi Pancasila. 


Di luar rongrongan terhadap Pancasila, ada baiknya kita coba mengingat kembali Pancasila sebagai dasar negara yang memiliki nilai universal lewat penjabaran butir-butir Pancasila.


Inilah butir-butir pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila yang perlu kita ingat kembali.


BUTIR-BUTIR PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

  

Lima asas dalam Pancasila dijabarkan menjadi 36 butir pengamalan, sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.


Butir-butir Pancasila ditetapkan dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa.


I. SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA


1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama & penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

3. Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.


II. SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB


1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

2. Saling mencintai sesama manusia.

3.Mengembangkan sikap tenggang rasa.

4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.

5. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

7. Berani membela kebenaran dan keadilan.

8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.


III. SILA KETIGA : PERSATUAN INDONESIA


1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.

4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.

5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.


 IV. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN


1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.

2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.

5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.

6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.


V. SILA KELIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA


1.Mengembangkan perbuatan  luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

2. Bersikap adil.

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

4. Menghormati hak-hak orang lain.

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.

7. Tidak bersifat boros.

8. Tidak bergaya hidup mewah.

9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

10. Suka bekerja keras.

11. Menghargai hasil karya orang lain. 

12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


____

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments